Artikel Blog

Cegah Hipertensi, Kenali Gejala dan Bagaimana Mengatasinya
Salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Indonesia adalah Hipertensi. Penyakit Hipertensi atau darah tinggi sering disebut sebagai "The Silent Killer" karena sering muncul tanpa keluhan. Hipertensi merupakan suatu kondisi tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg pada orang dewasa. Kondisi Hipertensi sendiri seringkali tidak disadari oleh penderita, diperkirakan 46% orang dewasa tidak menyadari kondisi ini, dan Hipertensi juga masih menjadi penyebab untama kematian dini di seluruh dunia. 

Penyakit Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi ini bisa muncul akibat faktor risiko yang tak bisa dimodifikasi seperti jenis kelamin, umur dan riwayat keluarga (genetik). Selain itu, ada pula faktor penyebab hipertensi yang bisa dimodifikasi seperti kurangnya aktivitas fisik, dislipidemia, mengkonsumsi garam berlebih, kebiasaan merokok, kegemukan (obesitas), mengkonsumsi alkohol berlebih, psikososial dan stres. 

Bukan hanya Hipertensinya saja yang berbahaya bagi Kesehatan, tapi juga penyakit lain yang muncul akibat komplikasi Hipertensi. Beberapa penyakit komplikasi Hipertensi diantaranya seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kerusakan retina, penyakit pembuluh darah tepi, gangguan saraf hingga gangguan sereberal (otak). Setidaknya ada dua kategori Hipertensi berdasarkan penyebabnya yakni

Hipertensi Primer (Essensial)
Hipertensi Primer merupaka penyakit tekanan darah tinggi yang tak diketahui penyebabnya. Penyakit Hipertensi ini menyerang sekitar 90% pasien Hipertensi. 

Hipertensi Sekunder
Hipertensi Sekunder merupakan tekanan darah tinggi yang diketahui penyebabnya antara lain karena kelainan pembuluh darah ginjal, penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid) dan lainnya. Kasus Hipertensi Sekunder setidaknya ditemukan pada 10% penderita Hipertensi. 

Cara Mencegah Hipertensi
Pola pencegahan yang dapat kita lakukan sendiri contohnya seperti: 
  1. Olahraga teratur setidaknya minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit perminggu. Olahraga yang dapat dilakuakn seperti senam aerobic, jalan atau berlari, bersepeda serta berenang. 
  2. Menjaga berat badan ideal dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengatur pola makan atau menurunkan berat badan pada kondisi berlebihan berat badan atau (obesitas).
  3. Pola makan yang sehat dengan konsumsi makanan seimbang, menghindari makanan tinggi garam, lemak jenuh dan kolesterol. Mebatasi konsumsi garam tidak melebihi 1 sendok teh per hari. memperhatikan atau membatasi makanan cepat saji juga perlu dilakukan, karena makanan cepat saji umumnya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi.
  4. Konsumsi buah-buahan segar, sayuran, ikan, serta penggunaan minyak olive juga disarankan. konsumsi kopi tanpa gula, teh hijau atau teh hitam juga dapat dilakukan.
  5. Menghindari kebiasaan merokok serta paparan terhadap asap rokok (perokok pasif)
  6. Menghindari konsumsi alkohol